Dibesarkan Menjadi Pengikut Iblis

Belenggu
Sumber: Pixabay

Berdasarkan informasi, Iblis hidup jauh lebih dulu sebelum Adam dilahirkan. Artinya usia Iblis jauh lebih senior daripada Adam. Namun, sampai saat ini kita tidak pernah mendengar kabar tentang kematian Iblis. Meski tidak mati, Iblis terus beranak pinak.

Jumlah penduduk bumi tidak seberapa, apabila dibandingkan secara statistik dengan jumlah masyarakat Iblis. Manusia sudah pasti akan kalah jumlah apabila harus adu jotos dengan Iblis.

Informasi lain mengabarkan bahwa kecerdasan Iblis di atas para malaikat. Dengan demikian lagi-lagi manusia harus kalah apabila harus beradu dengan Iblis. Hal ini telah dialami langsung oleh nenek moyang kita saat terusir dari surga karena tertipu oleh kecerdasan Iblis. Hal ini karena Iblis tahu betul seluk beluk penciptaan manusia.

Jadi secara diam-diam Iblis mengintip saat Allah membentuk tanah sedemikian rupa. Saat itu Allah meniupkan ruhnya ke dalam tanah sedemikian rupa dan menamainya Adam. Adam memiliki seluruh sifat rendah yang berasal dari tanah. Adam pun memiliki seluruh sifat kemuliaan yang berasal dari ruh Allah. Tidak heran apabila kelak, anak cucu Adam memiliki kecendrungan berperilaku rendah atau berperilaku kemuliaan.

Iblis meneliti Adam dengan seksama, Iblis bertanya-tanya makhluk multidimensi macam apa Adam ini. Hingga suatu ketika, Iblis melihat Adam yang sedang tertidur dengan mulut terbuka. Akhirnya Iblis menemukan jalan masuk ke dalam tubuh Adam untuk mencari jawaban atas rasa penasaran yang mengganggu pikirannya.

Ketika Iblis memasuki dan mulai berjalan-jalan, ia menemukan dunia kecil di dalam tubuh Adam. Iblis melihat segala sesuatu yang pernah dilihat di dunia besar.

Di kepala Adam termanifestasi gambaran langit dengan tujuh planet, yaitu imajinasi, intuisi, refleksi, memori, ingatan, pengendalian dan sensus communis. Layaknya langit yang memiliki bintang-bintang, dikepala adam terdapat indra, pendengaran, pembau dan perasa.

Iblis melihat tubuh Adam laksana bumi yang memiliki pepohonan, sungai-sungai dan pegunungan. Rambut adam bagaikan pepohonan yang tumbuh, darah yang mengalir di tubuh Adam seperti sungai-sungai. Saat melihat semua itu, Iblis mengetahui bahwa Adam adalah manifestasi dari segala unsur yang ada di Alam.

Berbekal pengalaman tersebut, Iblis melakukan konferensi dengan seluruh stakeholder. Ia mengumumkan pengetahuannya mengenai sistem kerja tubuh Adam. Iblis memahami mekanisme kerja antara sistem metabolisme tubuh dengan pikiran dan korelasi antara pikiran dengan perilaku.

Akhirnya, seluruh stakeholder mengetahui bahwa kendali seluruh aktivitas anak cucu Adam adalah kepala dan kinerja kepala sangat dipengaruhi oleh pencernaan.

Dalam pertemuan itu, setiap perwakilan merumuskan strategi untuk memperdaya anak cucu Adam. Rumusan pertama yang mereka susun adalah mengendalikan kepala. Langkah kedua adalah dengan merusak sistem pencernaan.

Rumusan pertama yang mereka tempuh adalah memasukan berbagai pengetahuan palsu yang merusak kepala manusia. Imajinasi manusia direklamasi dengan berita bohong tentang berbagai hal agar menjadi dangkal dan tidak mampu membayangkan sesuatu secara detail dan mendalam. Intuisi mereka setiap hari disirami air kepalsuan agar meredup dan padam.

Kemampuan refleksi manusia dibuat non aktif, manusia disibukan dengan berbagai hal yang non faidah. Manusia dijauhkan dengan pengetahuan hakiki dan aktivitas literasi agar memori dan ingatan mereka menjadi tumpul.

Sedangkan untuk melemahkan kemampuan manusia dalam pengendalian diri, setiap saat Iblis menyulut birahi manusia dengan berbagai tontonan menggairahkan.

Langkah kedua adalah dengan menggiring manusia untuk memakan sampah. manusia tidak mempertimbangkan kebaikan dari setiap yang mereka masukan ke dalam tubuh. Ukuran satu-satunya yang mereka tahu adalah kelezatan. Selama lezat, apapun dianggap baik.

Dengan kedua cara tersebut, Iblis memperbudak manusia. Seseorang bisa lahir dari rahim seorang ratu, atau keluarga konglomerat, bisa jadi lahir dari keluarga pedagang. Hal itu tidak penting bagi Iblis, manusia boleh lahir dan dibesarkan oleh siapa saja, asalkan mereka tetap menjadi pengikut Iblis.